skip to main | skip to sidebar

Monday, September 26, 2011

Dear: kawan lama

0 comments
kawan ..

lama kita mengenal siapa diri kita masing-masing.
kau pernah berjanji untuk membunuh dunia dengan tanganmu,
dan aku berdoa untuk itu.

dulu..
ada satu senyuman disaat kita bermain dan tenggelam dalam menertawai dunia,
membungkamkan hujan dengan lumpur itu, disana di taman itu.
dan aku selalu ingat saat itu ...

^_^

waktu..
berjalan apa adanya di depan kita sampai tak tau kapan saatnya kita berhenti sejenak,
berhenti untuk meneguk segelelas es teh dingin yang kau beli dari uang  ibumu untuk kita,
aku rindu tamparanmu, aku rindu disaat kau memarahi aku disaat aku tersesat di jalan yang bernama
"kehidupan" ini.

kini..
kita telah menjalankan roda masa depan kawan, raihlah apa yg menjadi ucapanmu dulu..
aku selalu bedoa meski kau tak tau tentang itu, dan kau pun berlari menuju jauhmu.

kelak..
jika kita bertemu nanti, jangan beri aku apa-apa.
aku hanya ingin segelas kopi untuk kita bersama,
kita teguk bersama,sambil menambahkan sedikit cream untuk aroma kopi yang baru.

berdiri teman...!!!!!!!!
jangan berhenti..!!!!!!
berlarilah, sampai kau terengah, sampai kau tau arti kedewasaan itu apa..!!!!!
ini tentang jalan hidup, biarkan mereka bicara.
berpura-puralah mendengarkan, karena hanya kita yang tau apa yang kita rasakan saat ini.

^_^



dear : Kawan Lama.

Cara Menangkal Santet Menurut Hukum Fisika

0 comments
Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang, berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian.

Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan.

Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini.

Penyelidikan yang menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya.

Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan / pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan, dan lainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi.

Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. Rumusnya :

F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
F = gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak

Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makanya para demit itu tidaklah menyentuh bumi.

Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak, maka ia berarti golongan mahluk halus.

Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-), maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini.

Disini kita tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi kita akan mencoba menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).

Beberapa Metodenya :

1. Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi.

Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur di lantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.


2. Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-)
 
 Mahluk halus, jin, santet, dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat.

Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.


3. Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). 





 Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll.

Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)

Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal.

Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya cara-cara di atas, semuanya pasti akan kembali bergantung pada Kekuasaan Tuhan Sang Pencipta.

Cara yang paling ampuh untuk menangkal segala hal buruk yang ada di sekeliling kita adalah tetap berserah dan mendekatkan diri kepada-Nya sembari mengharapkan perlindungan-Nya.

Sumber:
www.kaskus.us



Sunday, September 25, 2011

Mengenal Kompas Bidik dan Penggunaannya

0 comments
Buat teman-teman yang mempunyai hoby berpetualang Kompas merupakan alat yang dibutuhkan mengetahui arah, bagi yang sudah mengenal jalur/medan memang tidak begitu memerlukanya. tapi bagi yang baru pertama kali melewati jalur/medan tersebut kompas sangat di perlukan
Berikut akan saya uraikan bagian2 dari kompas

Thursday, September 22, 2011

Panduan Memilih Peralatan Mendaki

0 comments


Ini Buat teman-teman yang mempunyai hoby berpetualang seperti saya. baik itu traveling, naik gunung, camping, ataupun yang lainnya. Saya akan berbagi tips-tips bagaimana memilih peralatan pendakian gunung dan camping dialam terbuka. Saya akan membahas tips-tips bagaimana cara memilih yang baik. Diantara peralatan yang akan saya bahas tersebut adalah Tips membeli Ransel, tips membeli sleeping bag, dan tips membeli tenda. Kenapa saya membahas 3 peralatan tersebut? karena ketiga peralatan tersebut adalah peralatan yang wajib ada dalam pendakian gunung dan berkemah dialam terbuka. Berikut tips-tipsnya.

Monday, September 19, 2011

Persiapan Mendaki Gunung Untuk Pemula

0 comments
Tips ini untuk yang benar-benar pemula, untuk yang sudah berpengalaman menyimak juga tidak ada salahnya, silahkan kasih komen untuk melengkapi.
Ok.. Langsung saja
Mendaki gunung merupakan salah satu hobi yang kian hari kian marak dan banyak digemari. Kegiatan pendakian gunung, sebagaimana kegiatan di alam bebas lainnya, selalu penuh petulangan yang menantang, bahkan terkadang ekstrim. Maka dari itu, dalam melakukan pendakian gunung, seorang pendaki musti melakukan persiapan yang matang.
Mendaki gunung, berada di ketinggian beberapa ribu kaki sambil melihat keindahan awan, alam , merasa kecil, gak ada apa-apanya di tengah-tengah alam terbuka, merupakan suatu kenikmatan tersendiri, maka jangan heran banyak orang yang ingin melakukannya , lagi.. dan lagi…. walau kadang beresiko tinggi juga . Berikut beberapa tips mendaki bagi yang benar-benar pemula – yang belum pernah mendaki sebelumnya, tapi punya semangat tinggi untuk melakukannya :

Sebelum pendakian:
1. Perencanaan pendakian
Rencanakan pendakian dengan matang. Pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, jangka waktu, akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan. Jangan lupa untuk mendapatkan ijin resmi dari pihak-pihak terkait (termasuk orang tua atau pacar).

2. Rajin-rajinlah olahraga
Sebelum melakukan pendakian sebaiknya latihan fisik seperti jogging atau olahraga lain yang kira-kira cocok. Sangat direkomendasikan terutama bagi yang belum pernah sekalipun mendaki. Ya.. biar tubuh tidak kaget.

2. Cari Informasi
siapkan semua informasi tentang gunung yang akan didaki itu. Semakin banyak informasi yang diperoleh , semakin siap juga untuk melakukan pendakian. Caranya.. ya bisa tanya-tanya ke teman yang sudah pernah ke gunung tersebut .. ( syukur-syukur mau diajak pergi lagi bareng juga kesana.. jadi guide ..:) , atau googling, wiki-ing juga bisa. .Banyak caralah ….

3. Perlengkapan yang mencukupi tapi tidak memberatkan



Siapakan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Jangan malu-malu untuk bertanya ke yang sudah berpengalaman ttg apa saja yang harus dibawa , bahkan sampai hal yang detail sekalipun.
Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Namun beberapa peralatan yang sangat penting diantaranya; . Jaket (the most importan thing !!!) tas rangsel khusus pendaki (carrier), sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag (kantong tidur), baju ganti, senter dan alat penerangan, korek api, tenda, kantong plastik, kompor dan peralatan masak mini, alat komunikasi (seperti hape), tempat air, dan peralatan survival dan obat-obatan.

Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier (tas rangsel) hendaknya dengan komposisi barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak, bukan di pinggang hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung

4. Bahan makanan yang mencukupi
Tips membawa makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol karena meskipun hangat namun minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.

5. Berdo’a sebelum berangkat
secanggih dan selengkap apapun peralatan yang dibawa, tapi belum lengkap jika semuanya kamu serahkan ke Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mengatur Segalanya:), jangan ombong-sombong -an segala.. pamali kata orangtua.. kata agama juga




Thursday, September 15, 2011

Terjemahan Bebas Narasi Lirik Lagu Caping Gunung

Lirik Lagu Caping Gunung:
Dhek jaman berjuang
Njuk kelingan anak lanang
Biyen tak openi
Ning saiki ana ngendi
Jarene wis menang
Keturutan sing digadang
Biyen ninggal janji
Ning saiki apa lali
Ning gunung
Tak jadongi sega jagung
Yen mendung
Tak silihi caping gunung
Sukur bisa nyawang
Gunung desa dadi reja
Dene ora ilang
Gone padha lara lapa

 Artinya:
Ketika masa perjuangan
Ku teringat putraku
Dulu aku rawat
Namun sekarang entah di mana
Katanya sudah merdeka
Terpenuhi apa yang diinginkan
Dulu dia berjanji
Namun sekarang apakah alpa
Di gunung
Kubekali nasi jagung
Kalau mendung
Kupijami caping gunung
Syukurlah jika dia bisa melihat
Kini gunung desa makin ramai
Tapi kok tidak hilang
Keadaan susah payah
Wahai orang-orang kota, ingatkah engkau pada zaman perang kemerdekaan. Pada saat engkau menggungsi ke desa karena kotamu diluluhlantakkan oleh penjajah. Engkau jadikan desa kami tempat berlindung dan engkau sendiri menyamar sebagai penduduk desa. Sebagai penduduk desa, engkau sama seperti kami yang tiap hari makan nasi jagung dan memakai caping gunung. Hingga pada saatnya engkau semua kembali untuk merebut kotamu dan memproklamirkan kemerdekaan. Saat ini di zaman pembangunan, apakah engkau mengingat kami? Padahal kami ingin tahu kabar engkau, apakah engkau bahagia disana. Kalau engkau bahagia, tularkanlah kepada kami atau anak cucu kami dengan kesejahteraan. Caping gunung yang dulu sering engkau gunakan masih kami simpan.



Pesan lagu ini bagi saya “evergreen” untuk semua yang merasa melupakan desa, baik sengaja maupun tidak. Melupakan karena sudah menjadi orang kota. Sekarang zamannya urbanisasi, hampir sebagian besar orang produktif di desa pindah ke kota besar. Sehingga desa kosong akan tenaga-tenaga produktif yang berakibat desa tak pernah sejahtera.

Monday, April 18, 2011

Mendaki Gunung.. Apa sih enaknya???

0 comments
Enaknya apa ya? paling menikmati pemandangan, mengagumi kebesaran sang pencipta.
Dapat dibayangkan gunung yang begitu gagahnya serta menjulang dengan ketinggiannya
tersebar diseluruh dunia, dengan bermacam bentuk dan ukuran menandakan
betapa dahsyat, betapa hebat, betapa maha dan maha…. Sang Pencipta.
Manakala kita berada di puncak gunung, apa kita merasa besar? merasa tinggi? TIDAK …..
segala kesombongan, keangkuhan, keserakahan akan sirna, bagaikan debu di tiup angin ……
Mendaki gunung memberikan hikmah yang begitu dahsyat ….
Disadari atau tidak kita dapat belajar segala hal dalam mendaki gunung, rasa
persaudaran, persahabatan yang kian kental, kemandirian yang kita peroleh, tidak
mudah menyerah, rasa ego yang kian menipis dalam diri, rasa syukur yang makin
tebal.
<span class="fullpost"> 
Mungkin masih teringat dalam benak, disaat kita belum pernah mendaki gunung …..
emosi kita suka meluap, manakala pulang sekolah atau main dari rumah sahabat,
perut lapar…. Dirumah hanya dihidangkan oleh emak  tercinta nasi dengan lauk
alakadarnya, kita marah, kita hilang selera melihat hidangan yang alakadarnya ……
Setelah mengalami hal yang mengharuskan kita bertahan hidup dalam pendakian ……
makan apapun yang ada dialam, ataupun makan nasi yang masih kurang matang, atau
lauk yang lebih apa adanya dibanding waktu dirumah di bagi dengan kawan
sependakian. Tentunya menyesal kita telah menyia-nyiakan masakan emak tercinta
yang sudah menyiapkan makan untuk anak nya tercinta dengan penuh kasih sayang,
hanya karena hidangan yang apaadanya.
Masih terlalu banyak pembelajaran dari mendaki gunung.
Terimakasih Allah engkau telah berikan pelajaran berharga, dari ciptaan Mu gunung
yang begitu indah yang bukan hanya untuk dinikmati oleh mata tetapi harus
dinikmati oleh hati nurani yang paling dalam serta menjaganya agar dapat
memberikan pelajaran bagi generasi yang akan datang.

Thursday, March 17, 2011

CATATAN PENDAKI

0 comments
Sedikit sekali orang yang bisa memahami keadaan seseorang atau keadaan sekitarnya, jika ia tidak terjun langsung atau mengalami apa yang dirasakan seseorang dalam kehidupannya.Pencinta Alam atau biasa disebut PA, itulah yang pertama kali orang katakan saat melihat sekelompok orang – orang ini. Dengan ransel serat beban, topi rimba, baju lapangan, dan sepatu gunung yang dekil bercampur lumpur, membuat mereka kelihatan gagah. Hanya sebagian saja yang menatap mereka dengan mata berbinar menyiratkan kekaguman, sementara mayoritas lainnya lebih banyak menyumbangkan cibiran, bingung, malah bukan mustahil kata sinis yang keluar dari mulut mereka, sambil berkata dalam hatinya, “Ngapain cape – cape naik Gunung.
 

Orang Biasa, Biasa Banget Copyright © 2011 | Template created by Fajri Arjuna | Powered by Blogger